Kawan, sebelumnya saya meyakini bahwa kebahagiaan adalah hasil dari setiap stimulus emosi yang saya terima. Maksudnya saya akan bahagia bila saya dicintai, bila saya punya rumah mewah, bila semua orang mengagumi saya, bila saya berada di tempat yang indah, bila keinginan saya dituruti dan berbagai prasyarat lainnya. Seolah bila itu semua tak saya dapatkan maka dunia ini hambar adanya.
Namun sejak saya membaca sebuah buku yang berjudul The Way to Happiness karangan dr. Arief Alamsyah [diterbitkan gramedia] serta banyak berdiskusi dengan penulis, saya memperoleh paradigma baru tentang kebahagiaan. Bahagia mestilah “sebab” alih-alih akibat, karena justru dengan bahagia Anda akan merasa dicintai, dengan bahagia Anda dapat menikmati kenyamanan tempat tinggal Anda, dengan bahagia bahkan kita dapat melihat keindahan mendung dan sisi positif badai.
Oleh sebab pemahaman ini maka saya berupaya untuk berbagi dengan siapapun agar kebahagiaan segera meluas, karena perubahan positif sebagaimana kita harapkan semua dengan demikian harus dimulai dengan menghadirkan kebahagiaan dalam diri kita. Saya hanya ingin bahagia, juga Anda, juga semuanya.
Anda Juga?
Bahagia itu Pilihan, bukan Tujuan..
benar pak, Bahagia adalah pilihan. Karenanya kita bisa memlih untuk bahagia atau sebaliknya dan tidak berhubungan secara kuat dengan realitas yang ada diluar diri kita.
trims kunjungannya
apakah berarti bahwa jika bahagia menjadi sebab, kita tidak boleh menjadikan bahagia sebagai tujuan?
A nice blog..
saya suka sekali..
bahagia itu bagian dari kehidupan,semua orang mengharap kan itu,,
Mbak Fitri, bahagia itu sesungguhnya fitrah diri kita. Jika kita mengatakan Fitrah adalah tujuan sebenarnya hanya menunjukkan rasa ingin kembali ke Fitrah itu. Kebahagiaan selalu terbayangi oleh keinginan. Sehingga perlu diwaspadai apakah kita menginginkan kebahagiaan karena ingin kembali kepada fitrah atau sekedar menginginkan kesenangan semu? terima kasih
Mbak Novita, Bahagia adalah bagian asasi dari kehidupan bahkan ia adalah karakter awal ketika kita dilahirkan. saat ini kita sesungguhnya ingin kembali kepadanya.