Bahagia adalah Sebab dan Bukanlah Akibat

14 01 2009

83400645Kawan, sebelumnya saya meyakini bahwa kebahagiaan adalah hasil dari setiap stimulus emosi yang saya terima. Maksudnya saya akan bahagia bila saya dicintai, bila saya punya rumah mewah, bila semua orang mengagumi saya, bila saya berada di tempat yang indah, bila keinginan saya dituruti dan berbagai prasyarat lainnya. Seolah bila itu semua tak saya dapatkan maka dunia ini hambar adanya.

Namun sejak saya membaca sebuah buku yang berjudul The Way to Happiness karangan dr. Arief  Alamsyah [diterbitkan gramedia] serta banyak berdiskusi dengan penulis, saya memperoleh paradigma baru tentang kebahagiaan. Bahagia mestilah “sebab” alih-alih akibat, karena justru dengan bahagia Anda akan merasa dicintai, dengan bahagia Anda dapat menikmati kenyamanan tempat tinggal Anda, dengan bahagia bahkan kita dapat melihat keindahan mendung dan sisi positif badai.

Oleh sebab pemahaman ini maka saya berupaya untuk berbagi dengan siapapun agar kebahagiaan segera meluas, karena perubahan positif sebagaimana kita harapkan semua dengan demikian harus dimulai dengan menghadirkan kebahagiaan dalam diri kita. Saya hanya ingin bahagia, juga Anda, juga semuanya.

Anda Juga?


Tindakan

Information

6 tanggapan

5 02 2009
inos

Bahagia itu Pilihan, bukan Tujuan..

5 02 2009
zampoerno

benar pak, Bahagia adalah pilihan. Karenanya kita bisa memlih untuk bahagia atau sebaliknya dan tidak berhubungan secara kuat dengan realitas yang ada diluar diri kita.
trims kunjungannya

27 03 2009
Fitri Ayuni Lestari

apakah berarti bahwa jika bahagia menjadi sebab, kita tidak boleh menjadikan bahagia sebagai tujuan?
A nice blog..
saya suka sekali..

10 07 2011
novita sari sitanggang

bahagia itu bagian dari kehidupan,semua orang mengharap kan itu,,

1 11 2011
zampoerno

Mbak Fitri, bahagia itu sesungguhnya fitrah diri kita. Jika kita mengatakan Fitrah adalah tujuan sebenarnya hanya menunjukkan rasa ingin kembali ke Fitrah itu. Kebahagiaan selalu terbayangi oleh keinginan. Sehingga perlu diwaspadai apakah kita menginginkan kebahagiaan karena ingin kembali kepada fitrah atau sekedar menginginkan kesenangan semu? terima kasih

1 11 2011
zampoerno

Mbak Novita, Bahagia adalah bagian asasi dari kehidupan bahkan ia adalah karakter awal ketika kita dilahirkan. saat ini kita sesungguhnya ingin kembali kepadanya.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.